Kucing kampung disebut juga kucing rumahan, karena kucing ini merupakan campuran dari berbagai ras kucing. Dan hanya 1% saja didunia ini yang berasal dari galur murni, disebut kucing ras. Kita dapat memiliki jenis kucing ras ini, pastinya dengan harga yang relatif mahal.
Kita sering melihat kucing di lingkungan sekitar, kadang masuk rumah juga kan??
Jangan heran, kucing (Felis silvestrid-catus) telah hidup bersama manusia sejak 3500 tahun yang lalu. Orang Mesir kuno memanfaatkannya untuk mengusir hama tikus dan hewan yang mengancam hasil panen mereka.
Berat badan kucing pada umumnya sekitar 2,5 kg hingga 7 kg, kecuali diberi makanan khusus, beratnya bisa mencapai 23 kg. Usia kucing jika dalam penangkaran dan dirawat dengan baik, dapat hidup selama 14-20 tahun. Sementara kucing yang sering berkeliaran tanpa ada yang mengurus, mungkin hanya mampu hidup kurang dari 2 tahun.
Kemampuan Kucing
Kucing kampung yang sering kita lihat, biasa tidur sekitar 12-16 jam sehari. Terkadang ada juga kucing yang tidur selama 20 jam sehari. Dengan cara ini kucing bisa menyimpan tenaganya.
Walaupun seperti hewan pemalas, dia merupakan salah satu pemangsa paling hebat. Mampu memburu beberapa ribu species. Padahal sejenis harimau dan singa, hanya mampu memangsa kurang dari 100 spesies saja.
Kelebihan lain dari kucing adalah kemampuan selamat ketika jatuh dari ketinggian. Karena kucing memliki terminal velocity atau kecepatan jatuh maksimum, yakni 60 mil per jam. Ketika kucing jatuh dan mencapai terminal\velocity ini, saat itulah kucing akan merasa paling rileks. maka kaki kucing akan segera meregang dengan santai untuk mengurangi efek jatuhnya.
(gambar kucing yang sedang menggunakan keahliannya bila dia terjatuh)
Kucing termasuk hewan yang sering merawat diri. Air liur atau saliva kucing yang dijilatkan ke tubuh mereka mampu membersihkan bulu - bulunya. Hingga kadang-kadang, mereka suka memuntahkan gulungan bulu (hairball) dari dalam perut mereka. Dari saliva inilah yang suka memicu alergi pada manusia.
sumber : http://www.anneahira.com/kucing-kampung-688.htm

0 komentar:
Poskan Komentar